BLOG LOKERINDO.ID

LOKER INDO
1 Maret 2016

Kerja dari Rumah Sebagai Peneliti Independen

Peluang kerja dari rumah atau menjadi freelancer tidak sebatas dengan profesi marketing, design grafis, penulis, penerjemah, konsultan, atau programmer, namun juga bisa sebagai peneliti. Apalagi pekerjaan sebagai peneliti saat ini banyak dibutuhkan dalam berbagai bisnis dan industri. Biasanya, karier ini dibangun sejak di bangku kuliah, dengan menjadi tenaga yang membantu mengumpulkan atau mengolah data penelitian akademik.

Pekerjaan sebagai seorang peneliti independen atau seorang peneliti lepas bisa menjadi pertimbangan pilihan profesi yang menjanjikan, asalkan Anda mau membangun relasi dan melemparkan jaring lebar untuk bisnis dan klien individu.
Kerja dari rumah membutuhkan disiplin dan keterampilan manajemen waktu yang baik. Namun, motivasi Anda bahkan lebih penting ketika Anda mencoba untuk mendapatkan pekerjaan sebagai peneliti. Anda harus benar-benar tertarik pada topik yang diangkat, untuk bisa melakukan pekerjaan yang sangat baik. Buat daftar topik yang menarik minat dan topik yang membuat Anda tertarik untuk membaca, mencari tahu lebih banyak.

Sangat baik jika Anda mulai membuat portofolio proyek penelitian yang telah selesai. Sertakan nama klien, peran Anda – seperti “peneliti independen,” “peneliti hukum,” atau “peneliti medis” – topik penelitian dan durasi proyek.

Selanjutnya, buatlah daftar sumber daya yang tersedia untuk Anda, Seperti perpustakaan umum dan perpustakaan khusus, instansi pemerintah, catatan publik, museum dan arsip. Sisir area lokal Anda untuk menentukan sumber-sumber seperti Arsip Nasional dan Lembaga Pencatat Administrasi. Mengatur daftar Anda dengan sumber daya akan membantu dalam menentukan anggaran.

Periksa resume Anda untuk fokus pada kemampuan penelitian. Sorot Pengalaman tersebut, misalnya pekerjaan yang mengharuskan Anda untuk melakukan penelitian, bahkan jika Anda tidak bekerja sebagai peneliti. Misalnya, jika Anda bekerja sebagai asisten hukum, tekankan keterampilan Anda dalam penelitian hukum.

Anda juga bisa menghubungi kembali peneliti akademis, dengan menawarkan tenaga Anda, atau mengajak kerja sama untuk sebuah proyek. Mendapatkan anggota tim berpengalaman akan membantu Anda meyakinkan klien bahwa proyek mereka akan lebih baik ditangani oleh Anda.

Selain itu, jelas sekali untuk setiap bidang baik seni, ilmu pengetahuan, atau ilmu sosial, memiliki tuntutan ketrampilan khusus nya sendiri. Berikut lima keterampilan dasar yang perlu diasah untuk menjadi peneliti independen andal.

1. Manajemen Proyek
Manajemen proyek artinya Anda harus memiliki perencanaan dasar yang  baik. Keterampilan ini menjadi penting karena bisa  menentukan tercapainya tujuan, serta memastikan tersedianya waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan ini. Kemampuan ini akan membantu menyusun langkah demi langkah rencana penelitian. Jika saat ini bekerja pada proyek orang lain sebagai asisten, cobalah untuk belajar sebanyak mungkin dari mereka tentang rincian perencanaan dan menjalankan proyek, tujuan yang ingin dicapai dan perkiraan realistis waktu, tenaga, dan uang yang dibutuhkan.

2. Penanganan Anggaran
Keterampilan penting lainnya adalah belajar bagaimana mengelola anggaran secara efektif. Tanpa keterampilan ini Anda  tidak akan mampu untuk memimpin proyek penelitian. Sebagai seorang akademisi Anda bisa saja memiliki dukungan administratif untuk membantu memegang “dompet,” tapi akhir pengambilan keputusan dan tanggung jawab tetap akan turun ke Anda. Misalnya, Anda tetap harus memiliki anggaran rumah tangga sendiri yang menjaga arus pengeluaran. Uang yang diberikan memang dihabiskan untuk biaya penelitian bukan untuk disimpan, tetapi usahakan tidak habis lebih cepat dari jadwal yang telah disepakati.

3. Kepemimpinan Tim
Seringnya, sebuah proyek penelitian membutuhkan bantuan dari orang lain: rekan di lembaga dan tempat lain, staf administrasi dan mungkin orang di sektor swasta. Jika Anda mengelola proyek, perlu tahu dua hal utama: cara mendapatkan hasil yang terbaik dari masing-masing pekerja Anda, dan cara untuk membuat pengalaman kerja mereka positif. Tanpa kedua faktor tersebut, tim akan berantakan. Menjadi seorang komunikator yang baik adalah penting. Meminta setiap orang untuk berperan aktif juga sangat penting. Belajar mendengarkan mereka, dan meminta umpan balik atau bertanya hal yang salah jika mereka tidak senang.

4. Penanganan data
Data yang akan didapatkan bisa bervariasi secara luas. Ini bisa berupa statistik atau bahan kualitatif yang diperoleh dari wawancara atau dari penelitian dalam arsip atau perpustakaan. Apapun jenis hasil yang Anda dapatkan, Anda harus mampu menangani sejumlah besar data secara efisien dan efektif. Masukan perencenaan desain dan set-up database Anda: Mengatur penyimpanan untuk hard copy dari bahan baku dan katalog yang jelas. Saat memasuki tahap penulisan penelitian kemudian, Anda memiliki semua jawaban yang dibutuhkan di ujung jari Anda.

5. Keterampilan IT
Berkaitan dengan poin keempat adalah perlunya mengembangkan kemampuan IT.  Perkembangan IT cukup pesat, selain itu tidak mungkin menjalankan proyek penelitian tanpa menjadi orang yang melek teknologi, selalu ada metode baru untuk dipelajari, jadi jangan pernah berhenti belajar!

Misalnya, apakah ada software yang dapat membantu penelitian? Alat-alat analisis yang bisa bekerja dengan data besar? Ini bisa menjadi alat bibliografi atau membantu Anda menulis penelitian. Pikirkan juga cara mengembangkan keterampilan IT Anda untuk mempresentasikan hasil kerja dengan cara yang lebih menarik. IT merupakan daerah yang sangat penting untuk peneliti. Seperti bidang Anda sendiri, IT tidak pernah diam, dan selalu ada cara untuk meningkatkan keterampilan Anda lebih jauh.

0 Komentar untuk Artikel ini

Masukkan Komentar

*
*