BLOG LOKERINDO

LOKER INDO
1 Maret 2016

Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Gaji

Di hampir semua wawancara kerja, pertanyaan yang selalu muncul dari pewawancara adalah: “berapa gaji yang diharapkan?” Pertanyaan ini akan muncul saat wawancara atau dalam aplikasi kerja. Meski sangat umum, pertanyaan ini menjadi salah satu hal yang penting dalam menentukan apakah Anda akan dapat posisi yang dilamar atau tidak.

Dilema dari menjawab pertanyaan ini ialah: jika menyebut nominal yang terlalu tinggi, Anda cenderung tidak akan mendapatkan pekerjaan itu. Apalagi dengan banyaknya usia produktif di luaran yang juga membutuhkan pekerjaan dan bersedia digaji lebih rendah, menyebabkan nilai tawar Anda menjadi riskan. Di lain pihak,  jika Anda memberikan nominal yang terlalu rendah, bisa jadi Anda juga tidak akan ditawari pekerjaan itu. Karena perusahaan yang dituju bisa saja berfikir Anda kurang kompeten atau kurang percaya diri untuk posisi ini. Jadi, bagaimana harusnya menjawab pertanyaan ini?

Menjawab di Aplikasi Pekerjaan

Jika Anda melamar online, mayoritas aplikasi pekerjaan yang harus Anda isi mencantumkan pertanyaan gaji yang diharapkan. Bisa saja Anda mengosongkan jawaban dalam kolom pertanyaan ini dan berniat untuk menjawabnya pada saat wawancara, tetapi besar kemungkinan perusahaan akan mengabaikan surat lamaran Anda. Sebab, meski kualifikasi dan pengalaman Anda luar biasa, bisa saja mereka tidak memasukkan Anda ke daftar panggilan wawancara, karena khawatir ekspektasi Anda akan di atas standar mereka.

Cara paling aman adalah dengan melakukan riset kecil-kecilan tentang rata-rata gaji untuk posisi yang dilamar. Anda bisa bertanya langsung dengan kenalan atau kolega, atau mengakses situs Lokerindo.web.id yang memberikan sejumlah informasi gaji, hingga review perusahaan.

Lalu dari kisaran tersebut, Anda bisa menaruh jumlah yang kira-kira menurut Anda pantas dan merasa nyaman dengan jumlahnya. Cara lainnya adalah dengan melihat dari gaji Anda sekarang, serta mengamati perkembangan industri yang Anda geluti. Jika industri sedang lesu, tentu Anda akan menuliskan jumlah yang lebih masuk akal, agar dapat bersaing dengan peserta lain. Jika Anda kebetulan beralih industri, lihat perkembangan dalam industri baru. Amannya, menuliskan gaji 10-15 persen lebih tinggi dari yang Anda dapat. Kalau mau lebih aman lagi, tambahkan kata kata negotiable (bisa dinegosiasikan) di belakang angka yang Anda tulis.

Selama Wawancara

Trik-nya adalah tidak langsung menjawab dengan nominal gaji. Katakan kepada pewawancara untuk lebih detail menjelaskan posisi dan ruang lingkup tanggung jawabnya. Tanyakan juga remunerasi perusahaan yang akan Anda terima. Jika mereka mendesak untuk mengatakan jumlah, pastikan Anda sudah melakukan pekerjaan rumah dengan melakukan riset, situs seperti Lokerindo.web.id dapat memberikan gambaran kepada Anda dengan cukup jelas.

Selain itu, berikut adalah beberapa tips menjawab pertanyaan ‘berapa ekspektasi gaji’ dari para professional.
Salah satu cara adalah menjawab dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi tetap terbuka untuk negosiasi.

“Langsung minta saja jumlah yang diinginkan, dan saya sebutkan jumlah lebih besar dari gaji saat ini. Besaran bisa sampai 50-100 persen. Pengalaman saya, pernah negosiasi gaji sebanyak dua kali lipat dari gaji sebelumnya, dan dapat. Tapi sejauh ini, tidak pernah lebih kecil dari gaji sebelumnya. Kalau pun pihak perusahaan menawar jumlah yang kita berikan, semuanya bisa dibicarakan. Intinya sih, dicari win-win solution di kedua belah pihak,” tutur Retta Oktaviani, Public Relations & Promotions Manager di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang retail.

Edo Karsten, engineering di sebuah perusahaan aplikasi juga mengatakan hal yang hampir sama dengan Retta. Edo tidak ragu untuk mengucapkan nominal gaji yang diinginkan, tapi ia menentukan limit bawahnya,

“Paling tidak ,minimal naik 20 persen dari current salary.”

Nova Roderick, Excecutive Secretary di perusahaan property memiliki trik yang berbeda. Ia akan menanyakan terlebih dahulu standar kisaran gaji di perusahaan tersebut.

“Kalau mereka tanya angka, akan saya susul dengan pertanyaan: bagaimana dengan standar di sini? Setelah itu baru negosiasi. Jika jumlah yang saya mau lebih tinggi dari standar mereka, saya terbuka dengan negosiasi. Biasanya saya ingin lebih tinggi sedikit gajinya, dari gaji karyawan yang saya gantikan.”

Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Gaji

Beberapa karyawan lain yang Kerja tanyakan hampir semuanya akan meminta jumlah yang lebih tinggi dari gaji sekarang atau sebelumnya. Prosentasenya pun beragam, mulai dari 20-100 persen, dan sangat terbuka dengan negosiasi. Sebagian besar dari mereka tidak akan meninggalkan pekerjaan saat ini dan memilih tetap bertahan, jika ditawarkan gaji lebih rendah.

Tips terakhir, adalah menanyakan informasi seputar remunerasi lain selain nominal gaji. Seperti seperti apa asuransi yang disediakan, tunjangan, dan lain-lain. Selain itu benefit lain selain gaji, seperti kesempatan training, pengembangan karir dan lain-lain. Sebab meski gaji tidak besar, tetapi benefit yang ditawarkan bagus, bisa saja membawa kondisi kesejahteraan yang lebih baik dibanding dengan gaji besar tetapi benefit lainnya buruk.

“Seringnya sih cari-cari tahu lebih dulu, kisaran gaji di luaran, sebelum menentukan angka. Namun selain gaji yang lebih baik dari tempat sebelumnya, saya juga mempertimbangkan tunjangan-tunjangan lainnya, apakah lebih baik juga? Lalu job desk dan tanggung jawab saya, juga kesempatan untuk mengembangkan ilmu dan karier. Biasanya kalau faktor selain gajinya baik, saya akan terima. Asal jangan ditawari jabatan dan posisi lebih tinggi, dengan tanggung jawab lebih besar, namun dilihat dari sisi kesejahteraan sama saja dengan yang sekarang,”ujar Ika Virgin, yang sekarang bekerja sebagai researcher di sebuah lembaga riset internasional.

Tag: ,

0 Komentar untuk Artikel ini

Komentar Ditutup!